Kembang Api


Matahari

Loading...

Rabu, 20 Mei 2015

Penyebab Kerusakan ANDROID

Ponsel saat ini merupakan komputer, komputer saat ini merupakan pengganti tugas manusia.
Komputer maupun manusia sama-sama mempunyai otak untuk memproses perintah dan menyimpan suatu data informasi.
Jangankan komputer, manusia jika terlalu banyak pikiran akan mengakibatkan stres bahkan tidak sedikit menjadi hilang ingatan, bagaimana dengan ponsel? 

Apalagi ponsel yang hanya mempunyai proccesor dan penyimpanan data yang sangat terbatas. Software pada ponsel terdapat operating system, tanpa operating system yang sempurna sebuah ponsel bisa mengakibatkan kerusakan yang fatal bahkan mati total, tanpa operating system sama halnya manusia yang lengkap raganya akan tetapi jika jiwanya terganggu, apalagi tidak ada nyawa atau akal pikir, apakah manusia bisa hidup?
Penyebab kerusakan ponsel android:
Dengan sekian banyak sebab dan akibat kerusakan ponsel, langkah dan prosedur perbaikannya akan sangat berbeda tergantung dari penyebab kerusakannya.
Kerusakan ponsel biasanya terjadi dikarenakan:
1. Software bermasalah
2. korosi dan kotoran
3. Akibat benturan
4. Komponen rusak
5. Jalur yang putus
Dan beberapa hal lagi,namun yang sering terjadi adalah lima hal di atas

>>>Akibat software bermasalah 
Penyebab kerusakan:
1. Salah pengaturan ponsel
2. Operating sistem bermasalah
3. Security code
4. User area & Content pack  

Ponsel dilengkapi dengan pengaturan yang dapat di ubah-ubah, akan tetapi bila pengaturan tersebut tidak sesuai dengan aturan yang seharusnya, maka ponsel tidak dapat berfungsi dengan baik. Ponsel dilengkapi juga dengan security code yang memungkinkan dapat mengamankan ponsel dari tangan-tangan jahil, akan tetapi tidak jarang malah pengguna ponsel itu sendiri lupa kode pengamannya (senjata makan tuan bukan?) apakah ponsel itu langsung di biarkan begitu saja? tentu tidak, lakukanlah Reset to Factory default baik dari HH maupun menggunakan komputer yang telah di program khusus untuk keperluan software ponsel.

Seperti halnya smartphone, android pun memberi keleluasaan dalam hal custom, namun jika custom salah maka android anda akan bermasalah.
Maka jika ponsel bermasalah akibat software bermasalah, anda tidak perlu membongkar apalagi mengganti komponennya. Cukup di program ulang saja ponselnya, dan permasalah selesai dengan mudah. Andapun tidak perlu memperbaiki software yang tersimpan pada ponselnya, melainkan anda tinggal menghapus semua firmwarenya lalu menuliskan kembali (flashing) menggunakan firmware yang sesuai.(dalam hal ini disebabkan oleh softbrick, bukan hardbrick)

Berbeda dengan alat elektronika lainya, ponsel merupakan alat elektronika yang serba digital dengan komponen-komponen yang sangat kecil dan kompleks, tentunya ponsel akan sangat rentan sekali terhadap kerusakan, terutama ponsel adalah alat elektronika komunikasi digital yang Mobile, Ponsel selalu dibawa-bawa oleh pemiliknya sehingga disadari atau tidak disadari Ponsel tersebut bisa saja akan rusak. 
Jangankan ponsel terkena benturan atau terkena air, biasanya ponsel selalu disimpan dimana saja yang penting si pengguna merasa nyaman, sering kali Ponsel disimpan didalam saku baju/celana, keringat atau uap keringat akan sangat mudah masuk kedalam mesin ponsel sehingga mesin ponsel menjadi korosi. Sulit tentunya untuk menghindari debu, ponsel akan terganggu kinerjanya bila didalam mesin ponsel terdapat kotoran yang memungkinkan kotoran tersebut akan mengganggu konektifitas antara komponen eksternal dan internal sehingga ponsel tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibat dari faktor lingkungan dan cuaca sangat berpengaruh terhadap kelembaban udara sehingga kadar air seringkali menjadi penyebab dari kerusakan ponsel sehingga mengakibat konsleting didalam rangkaian elektronikanya. Mesin ponsel sangat peka sekali terhadap korosi, sehingga sangat memungkinkan komponen atau IC didalam mesin ponsel menjadi rusak.
70% dari sistem kerja ponsel menggunakan sistem komputerisasi, Software merupakan perangkat lunak yang akan menentukan kinerja ponsel layaknya sebuah komputer. Hingga saat ini kecanggihan ponsel terus berkembang bahkan kecanggihan tersebut tidak seimbang dengan keahlian dalam penggunaannya, seringkali pengguna ponsel mengutak-ngatik fitur-fitur ponsel tanpa pemahamannya sehingga program ponsel menjadi kacau bahkan rusak. 
Penggunaan ponsel yang terlalu berlebihan seperti contohnya dalam memainkan video game atau aplikasi program akan menyebabkan beban yang sangat berat bagi proccesor ponsel, sehingga tidak jarang ponsel rusak secara tiba-tiba. 60% kerusakan saat ini disebabkan karena perangkat lunak yang bermasalah, bahkan tidak sedikit ponsel menjadi mati total atau tidak dapat booting disaat dihidupkan.
>>>Akibat korosi dan kotoran
Penyebab kerusakan:
1. Konsleting pada rangkaian elektronik
2. Interface Pad tidak dapat terhubung dengan baik terhadap komponen ponsel
Seperti yang telah disinggung di pembahasan awal, bahwa ponsel merupakan alat elektronika yang sangat peka terhadap korosi dan kotoran, sedikit saja terdapat korosi (karat ringan) akan menyebabkan ponsel tidak dapat berfungsi dengan baik. Apalagi ponsel tersebut masuk air, bisa fatal akibatnya!. Perlu anda pahami, kadar air manjadi penyebab utama dari terjadinya korosi dan karat, maka sebetulnya bila ponsel yang terkena air segera tangani kerusakannya tidak akan sangat fatal dan tidak akan mengakibatkan komponen atau IC pada mesin ponsel menjadi rusak, maka sebaiknya segera lepaskan battrey dari ponsel agar tidak terjadi hubung singkat (konsleting) pada mesin ponsel. Sering kali keluhan terjadi keypad ponsel tidak berfungsi dengan baik, sebab bagian ini sering menjadi sebab masuknya air kepada mesin ponsel.
>>>Akibat benturan
Penyebab kerusakan:
1. Mechanical part & Elektro-mechanic rusak
2. Komponen tidak berhubungan dengan baik
3. PWB (papan komponen)bengkok
Ponsel terdiri dari berbagai macam unsur komponen yang saling menduku
ng satu sama lain, salah satunya: komponen elektronik dan komponen mekanik. Benturan keras pada ponsel biasanya akan mengakibatkan kerusakan pada komponen mekanik, walaupun secara fisik luar ponsel tidak terlihat kerusakan yang berarti, tidak sedikit justru kerusakan akibat komponen elektronik yang tidak dapat berfungsi dengan baik, akan tetapi perlu anda ingat bukan berarti kerusakan tersebut karena komponen elektroniknya yang telah rusak akibat benturan, melainkan komponen elektronik tersebut tidak berfungsi karena tidak terhubung dengan baik. Komponen elektronik pada mesin ponsel ukurannya sangat kecil sekali sehingga sulit sekali untuk melihat kerusakannya dengan mata telanjang. Bila PWB (papan mesin) bengkok walaupun sedikit saja akan sulit sekali untuk diperbaiki, sebaiknya anda jangan melanjutkan perbaikannya, sebab kerusakan yang diakibatkannya karena terlalu banyak jalur yang telah putus dan tidak mungkin untuk disambungkan kembali. Perlu anda ingat!, ponsel yang rusak akibat benturan, 100% komponen elektronikanya masih bagus terutama pada ICnya. Maka sebaiknya ponsel tersebut bisa saja anda beli dari customer anda dengan harga yang sangat murah, agar ponsel tersebut bisa anda gunakan sebagai kanibal, jadi anda bisa sedikit hemat.
>>>Akibat komponen rusak
Penyebab kerusakan:
1.Adanya shorting atau konslet pada komponen
2.Komponen tidak berjalan sesuai fungsi
3.Kesalahan pada pengaturan
Komponen merupakan unsur penting mengingat ponsel android terdiri dari beberapa komponen yang menjadi satu, jika komponen tersebut tidak berjalan sesuai fungsinya, maka sebaiknya dilakukan penggantian agar tidak menyebabkan komponen lain menjadi rusak juga. Sebagai contohnya jika komponen pengatur daya pada hh android anda rusak dan anda biarkan maka daya yang di supply ke komponen lain tidak sesuai dengan yang dibutuhkan hal ini dapat menyebabkan rusak pada komponen lainnya
Kesalahan pada pengaturan seperti contohnya overclock yang berlebih dapat juga merusak komponen dikarenakan adanya pemaksaan dalam supply daya dan kapasitas yang berlebih diatas kemampuan komponen. Untuk hal ini anda dapat melakukan penggantian komponen, namun ada beberapa hal yang tidak dijual secara bebas oleh vendor (dalam kasus tersebut,service center biasanya menyarankan agar anda mengganti mesin)
Biasanya hh android yang telah diganti mesin, sekalipun diganti dengan mesin yang baru, namun kualitasnya tidaklah prima seperti pada kondisi awal
>>>Akibat jalur yang putus
Penyebab kerusakan:
1.Board bengkok
2.Adanya korosi berlebih
3.Selain jalur pada PWB, kabel flexible dapat juga putus
Anda bisa bayangkan jika pada jalan yang mempunyai jembatan dan jembatan tersebut putus, begitu juga dengan ponsel android anda, jika jalur pada pwb putus, maka ponsel android anda tidak dapat berjalan sesuai dengan fungsinya bahkan terkadang dapat menyebabkan mati total (matot)
Jika kondisi board dan komponen lain masih berfungsi dengan baik, anda dapat melakukan jumper sesuai dengan alur yang terputus (saran saya lakukan pengetesan dengan multimeter dan melihat skema hardware ponsel sebelum melakukan jumper,dapat juga melihat dari pwb yang berfungsi normal kemudian lakukan jumper) Jika proses jumper salah, maka akan terjadi short atau konslet, oleh karena itu berhati-hatilah dalam melakukan jumper
Jika yang putus kabel flexible lakukan penggantian saja, karena untuk men-jumper kabel flexible bukanlah hal yang mudah, mengingat harga kabel flexible yang relatif murah dibanding dengan resiko pen-jumperan


Catatan:
Sikap Anda memperlakukan ponsel sangat memengaruhi umur ponsel. Misalnya, mengapitnya di saku celana jeans, meletakannya dalam tas tanpa sarung, bersikap ceroboh sehingga menjatuhkannya, atau tanpa sengaja membuatnya kecemplung ke air.

Cara Anda men-charge ponsel juga punya andil terhadap kesehatan baterai ponsel, yang akhirnya menimbulkan “koma” pada Integrated Circuit Power di mesin ponsel.

Untuk mengecek kesehatan ponsel, Anda bisa mendatangi service center resmi milik vendor, atau cari pengobatan alternatif dengan biaya lebih terjangkau di pusat reparasi ponsel. Hanya saja, Anda harus memilih tempat reparasi yang punya reputasi baik, supaya tidak mudah tertipu!

Ini dia, 10 jenis kerusakan ponsel yang paling sering (paling sering bukan berarti merupakan indikasi utama) terjadi:

1. Integrated Circuit (IC) Power
IC Power merupakan perangkat inti mesin ponsel. Gejala kecil pada ponsel bisa berujung pada penyakit paling kronis yang terletak di komponen ini. Jika sudah pada titik ini, ponsel Anda antara hidup dan mati.

Penyebab kerusakan pada IC Power umumnya terjadi karena jaringan listrik pada saat Anda men-charge ponsel tidak stabil dan sering naik-turun. Hal ini disebabkan oleh listrik tegangan tinggi. Jadi buat Anda yang tinggal berdekatan dengan tiang listrik tegangan tinggi, waspadai kerusakan ponsel saat men-charge.

2. Flexi Cable
Umumnya terjadi pada ponsel clamshell atau ponsel lipat. Flexi Cable merupakan penghubung antara mesin ponsel dan LCD. Jika terjadi kerusakan pada komponen ini, LCD pada ponsel akan blank atau mati. Penyebabnya, ponsel sering terkena air dan terjatuh.

3. LCD (Liquid Crystal Display)
Kerusakan pada layar LCD umumnya disebabkan oleh ponsel yang sering jatuh. Hal ini memang biasa terjadi, namun dengan tingkat kerusakan yang berbeda. Jika layar sudah “koma”, sudah pasti LCD ponsel Anda, terkena gangguan hebat. Suka atau tidak, Anda harus menggantinya.

4. Lampu
Lampu ponsel tak juga berfungsi, bisa jadi karena ponsel sering terkena air atau lembab. Sarung ponsel dari plastik yang jarang dibuka juga berpengaruh. Minimal buka sarung seminggu sekali untuk memberikan udara segar bagi ponsel Anda.

5. IC Plus
Jika ponsel Anda dilengkapi beragam fitur dan aplikasi, berhati-hatilah.
Pengoperasian menu yang tak sabaran atau semaunya bisa merusak ponsel. Misalnya, sehabis memainkan games, Anda langsung tekan tombol off (End Call), atau tanpa melalui Exit.
Hal ini menyebabkan sistem software yang bekerja sesuai aturan di ponsel ngambek. Alias IC plus pada ponsel terganggu pola kerjanya.
Untuk menghindarinya, ikuti aturan main pada ponsel dengan rajin membaca buku panduan. Hati-hati juga saat menghapus aplikasi pada ponsel. Kerusakan IC Plus bisa juga disebabkan karena aplikasi explorer pada ponsel tak sengaja terhapus.

6. IC RAM
Ponsel dengan memori eksternal ataupun internal rentan terhadap virus pada ponsel. Penggunaan Bluetooth yang sembarangan ketika Anda men-transfer atau men-download data, menjadi jalur yang paling riskan.
Selain ulah virus, kerusakan pada IC RAM juga disebabkan karena memori ponsel Anda jebol. Kapasitas memori tak seimbang dengan jumlah data yang Anda input. Jadi, perhatikan sejauh mana memori ponsel bisa menyiman foto atau lagu-lagu.

7. IC Power Amplifier (PA)
Kinerja IC PA sangat bergantung pada posisi Anda saat menggunakan ponsel. Jika Anda sedang berada dalam gedung, basement, atau sedang di luar kota yang jauh dari lokasi BTS, kinerja IC PA dalam mencari sinyal akan kurang maksimal.
Nah, jika Anda tidak sedang berada pada kondisi tersebut namun sinyal tetap saja tidak stabil, ini pertanda IC PA ponsel Anda rusak. Penyebab kerusakan masih serupa, yaitu ponsel jatuh, kena air, sehingga IC PA korslet dan terbakar.

8. IC Audio
Jika fungsi audio pada ponsel tidak maksimal, suara telepon jadi tidak berbunyi.
Perangkat ini ada pada speaker atau buzzer (bunyi ringtone). Speaker ponsel tak berfungsi ketika tahanan kaki speaker tidak kencang atau tidak menempel pada mesin.
Untuk memeriksanya, tekan bagian speaker lalu minta rekan Anda menelepon ponsel Anda. Jika speaker masih saja tak berbunyi, saatnya Anda harus mengunjungi pusat reparasi.

9. Keypad dan Keytone (untuk android yang QWERTY)
Kotoran yang masuk ke sela-sela keypad adalah biang kerok kerusakan keypad. Jika masih bisa dibersihkan dan keypad berfungsi normal, Anda tak perlu mengeluarkan biaya servis. Tetapi jika IC keypad sudah dimasuki kotoran halus atau cipratan air yang sering mengenai keypad, Anda harus segera memperbaikinya.

10. Kamera
Jika kamera tidak berfungsi dengan baik, hanya ada tiga kemungkinan. Pertama, iklan telah menipu Anda (kasian sekali anda tertipu :P ). 
Kedua, software pada ponsel corrupt atau rusak. Gejalanya mudah saja. Gambar tampak tak sempurna di layar, cahaya tidak terang, atau gambar pecah.
Ketiga, hardware kamera pada ponsel telah rusak atau tidak berfungsi baik

http://maxiandroid.blogspot.com/2012/02/penyebab-kerusakan-pada-android-device.html 

Selasa, 19 Mei 2015

MANAJEMEN PENUNJANG BANK / KLIRING

Berdasarkan buku Bank dan Lembaga Keuangan Lain karangan Y.Sri Susilo, Sigit Triandaru dan A. Totok Budi Santoso Penerbit Salemba.
A. PENGERTIAN KLIRING
Kliring antar bank adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antara bank atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertent .atau Kliring ialah sarana perhitungan warkat antar bank yang dilaksakan oleh Bank Indonesia guna memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. Adapun system kliring antar bank meliputi system kliring domestik dan lintas Negara. Pengaturan lintas kliring antar Negara mencakup:
1. Penerapan persyaratan bagi bank Indonesia atau bank dalam keanggotaan pada sisem kliring yang bersifat regional atau internasional.
2. Pengaturan mengenai kesepakatan antara bank Indonesia atau lembaga lain sebagai penyelenggara system pembayaran dengan bank sentral dan lembaga penyelengara system pembayaran Negara lain yang berkaitan denga pelaksanaan kliring dan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bank.
Pokok-pokok ketentuan tentang kliring yang akan diterapkan dalam peraturan bank Indonesia yaitu:
1. jenis penyelenggaraan kliring yang dapat dilaksanakan oleh pihak lain.
2. persyaratan dan bentuk hukum pihak lain yang dapat menyelenggarakan kliring
3. tata cara pemberian persetujuan terhadap pihak lain yang akan menyelenggarakan kliring.
Warkat yang dapat di ikut perhitungkan dalam proses kliring domestic Indonesia yaitu:
1. Cek
2. Bilyet giro
3. surat bukti penerimaan transfer
4. wesel bank untuk transfer kredit.
B. BANK PESERTA KLIRING
Bank yang termasuk sebagai peserta kliring adalah bank umum yang berada dalam wilayah kliring tertentu dan tidak dihentikan kepesertaannya dalam kliring oleh Bi. Sebuah bank dilarang untuk mengikuti kliring karena tidak dapat melaksanakan salah satu ketentuan BI yaitu menyelesaikan kewajiban giralnya. Jika salah satu peserta kliring karena suatu hal tidak dapat turut serta dalam kliring peserta tersebut wajib mengajukan permohonan pengunduran pada penyelenggara kliring sepuluh hari sebelunnya. Adapun permohonan pengunduran diri yaitu:
1. kesulitan keuangan sehingga tidak dapt memenuhi syarat-syarat ikut kliring
2. masalah dalam kepengurusan seperti perselisihan dan lalin-lain.
Ada dua macam penyertaan dalam kliring:
1. Penyertaan langsung, yaitu perhitungan warkat secara langsung dalam pertemuan kliring, dan yang dapat ikut dalam penyertaan langsung adalah kantor bank Indonesia dan kantor pusat bank umum beserta kantor-kantor cabangnya.
2. Penyertaan tidak langsung, yaitu perhitungan warkat dalam pertemuan kliring oleh suatu kantor bank melalui kantor pusat dari bank tersebut atau melalui salah satu kantor cabang yang lain.
Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu kantor bank umum agar dapat manjadi peserta kliring yaitu:
a. Suatu kantor bank umum diwajibkan ikut serta dalam kliring setelah mendapat persetujuan bank Indonesia.
b. Mempunyai izin usaha yang sah.
c. Keadaan administrasi dan keuangan memungkinkan bank itu untuk memenuhi kewajibannya dalam kliring.
d. Simpanan masyarakat dalam bentuk giro dan kelonggaran tarik kelonggaran tarik kredit yang diberikan oleh kantor tersebut telah mencapai sekurang-kurangnya 20% dari syarat modal disetor minimum bagi pendirian bank baru di wilayahnya.
e. Menyetor jaminan kliring sebesar 50% rata-rata kewajiban 20 hari terakhir dikurangi 40% rata-rata tagihan harian 20 hari terakhir.
f. Bank peserta menunjuk minimal seorang wakil tetap pada lwmbaga kliring pemberitahuan mengenai wakil tetap ini disampaikan secara tertulis kepada bank Indonesia dengan dilampiri contoh tanda tangan dan paraf dari wakil-wakil tersebut. Wakil ini terdiri dari:
1. Golongan A, hanya berwenang untuk membuat, mengubah, memberikan tanda terima dan menanda tangani daftar rekapitulasi neraca dan bilyet saldo kliring.
2. Golongan B, disamping melaksanakan yang dilakukan golongan A, golongan ini juga berwenang untuk mengubah, menambah dan menanda tangani surat penolakan.
Ada ketentuan khusus bagi bank pelaksana kliring sebagai berikut:
a. Berkewajiban untuk melaksanakan penyelengggaraan kliring sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,
b. Menyampaikan laporan-laporan tentang data kliring setiap minggu bersama-sama dengan laporan likuiditas mingguan kepada bank indonesia yang membawahi wilayah kliring yang bersangkutan,
c. Untuk mempermudah bank penyelenggaraan klirng dalam penyediaan uang kartal, maka ditentukan bahwa hasil kliring hari itu dapat diperhitungakan pada rekening tersebut bank Indonesia.
Bilyet Saldo
Berdasarkan neraca klirng penyeerahan dan neraca kliring retur dibuat bilyet saldo klirng yanbg memuat hasil akhir dari call money. Oleh penyelengggara dibuatkan neraca gabungan yang merupakan konpolasi dari neraca maing-masing peserta.
Dihentikan dari Kliring
Apabila jumlah kewajiban dari suatu peserta melampui jumlah dana dan jaminan klirng yang tersedia pada penyelenggara, maka pelampauan itu disbut saldo negatif. Peserta yang bersangkutan diberi kesemapatan untuk menyelesaikan saldo negatif itu dalam 30 menit setelah pertemuan kliring retur ditutup.
C. MEKANISME KLIRING
Pertemuan kliring dilakukan dlam dua tahap yaitu:
Pertemuan kliring lokal dilakukan dalam dua tahap yaitu:
1. Kliring penyerahan
Kegiatan yang perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum kliring penyerahan adalah
  1. Warkat dicap yang memuat sebutan kliring dan dicantumkan nomor kode kelompok peserta.
  2. Persetujuan penyelenggaraan dan peserta lain.
Langkah-langkah selanjutnya adalah:
a. Warkat-warkat dikelompokkan sesuai peserta. Warkat-warkat tersebut dapat digolongkan menjadi:
Ø Warkat kliring yang diserahkan oleh masing-masing peserta,yaitu:
ü Nota Debet keluar, yaitu warkat yang disetorkan oleh nasabah suatu bank untuk keuntunga rekening nasabah tersebut.
ü Nota Kredit Keluar, yaitu warkat pembebanan ke rekening nasabah yang menyetorkan untuk keuntungan rekenging nasabah bank lain.
Ø Warkat kliring yang diterima dari peserta lain, yaitu:
ü Nota Debet Masuk, yaitu warkat yang diserahkan oleh peserta lain atas beban nasabah bank yang menerima warkat.
ü Nota Kredit Masuk, yaitu warkat yang diserahkan oleh peserta lain untuk keuntungan nasabah bank yang menerima warkat.
b. Warkat debet dan warkat kredit dirinci nilai nominalnya dalalm suatu daftar.
c. Nilai nominal dan banyaknya warkat dalam daftar kliring dijumlahkan.
d. Serah terima warkat kliring yang telah ditanda tangani oleh wakil peserta kliring.
e. Apabila terjadi perbedaan pendapat mengenai dapat tidaknya warkat diperhitungkan dalan kliring, maka keputusan terakhir di serahkan kepada penyelenggara.
f. Penyusunan neraca kliring penyerahan yang ditandangani dan dibubuhi nama peserta jelas.
g. Wakil pesrta kliring kembali ke bank masing-masing untuk menentukan layak tidaknya warkat-warkat yan gditerima dari bank lain untuk diselesaikan.
2. Kliring retur
a. Setelah warkat yang dikembalikan kemudian dikelompokkan menurut peserta dan dicatat dalam daftar kliring retur lengkap dengan nilai nominalnya.
b. Penyelenggaraan selanjutnya menyusun neraca gabungan peserta.
c. Jika sebuah bank tidak mempunyai cukup dana likuid di bank yang bersangkutan untuk menyelesaikan kalah kliring, maka akan berusaha mencari pinjaman dari bank lain atau  
Mekanisme Kliring
Description: http://ambhen.files.wordpress.com/2010/02/mekanisme-kliring.jpg?w=604
1.    Tn. A bertansaksi dengan Tn B
2.    Tn. A memberikan Cek pada Tn B
Tn. B sebagai nasabah Bank ‘XYZ’ melakukan setoran kliring di Bank ‘XYZ’
1.    Bank ‘XYZ’ mengirimkan Warkat (Nota Debet ® ND Keluar) kepada Lembaga Kliring
2.    Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada Bank ‘ABC’ (Nota Debet ® ND Masuk)
3.    Setelah proses pengecekan dan cek dinyatakan sah, maka di informasikan kepada Lembaga kliring untuk mendebet rekening Bank ‘ABC’ di BI dan di kredit ke rekening Bank ‘XYZ’
4.    Penyampaikan hasil kliring kepada Bank ‘XYZ’ dan pihak Bank akan mengkridit rekening Tn B.
Setelah proses kliring berjalan, pada sore hari masing-masing bank akan membuat perhitungan kliring untuk mengetahui apakah bank tersebut menang atau kalah kliring.
Bank yang menang kliring adalah bank yang jumlah warkat tagihan warkat kliring
melebihi pembayaran warkat kliringnya.
Bank yang kalah kliring justru sebaiknya, dimana pembayaran warkat kliring lebih besar dari warkat tagihan.
Description: http://ambhen.files.wordpress.com/2010/02/warkat-tagihan.jpg?w=604

Mekanisme Kliring
Description: http://ambhen.files.wordpress.com/2010/02/mekanisme-kliring.jpg?w=604
1.    Tn. A bertansaksi dengan Tn B
2.    Tn. A memberikan Cek pada Tn B
Tn. B sebagai nasabah Bank ‘XYZ’ melakukan setoran kliring di Bank ‘XYZ’
1.    Bank ‘XYZ’ mengirimkan Warkat (Nota Debet ® ND Keluar) kepada Lembaga Kliring
2.    Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada Bank ‘ABC’ (Nota Debet ® ND Masuk)
3.    Setelah proses pengecekan dan cek dinyatakan sah, maka di informasikan kepada Lembaga kliring untuk mendebet rekening Bank ‘ABC’ di BI dan di kredit ke rekening Bank ‘XYZ’
4.    Penyampaikan hasil kliring kepada Bank ‘XYZ’ dan pihak Bank akan mengkridit rekening Tn B.
Setelah proses kliring berjalan, pada sore hari masing-masing bank akan membuat perhitungan kliring untuk mengetahui apakah bank tersebut menang atau kalah kliring.
Bank yang menang kliring adalah bank yang jumlah warkat tagihan warkat kliring
melebihi pembayaran warkat kliringnya.
Bank yang kalah kliring justru sebaiknya, dimana pembayaran warkat kliring lebih besar dari warkat tagihan.
Description: http://ambhen.files.wordpress.com/2010/02/warkat-tagihan.jpg?w=604